Love Story
Chapter 1 — Semesta Mempertemukan
Tidak semua pertemuan datang dengan penjelasan. Ada yang hadir begitu saja, sederhana, tanpa rencana—namun diam-diam menjadi awal dari segalanya.
Empat belas tahun lalu, dua hati dipertemukan oleh waktu. Tidak ada yang istimewa pada awalnya, hanya percakapan ringan yang perlahan berubah menjadi kebiasaan, lalu menjadi kebutuhan.
Dan sejak itu, tanpa disadari, satu nama mulai
menetap di hati yang sama.
Chapter 2 — Bertumbuh dalam Rasa
Hari-hari berjalan, dan rasa itu tumbuh—perlahan, namun pasti. Belajar tentang arti memahami, menerima, dan tetap bertahan meski tidak selalu sejalan.
Cinta ini tidak selalu mudah. Ada perbedaan, jarak, dan ego yang sempat menguji. Namun justru dari sanalah lahir keyakinan bahwa cinta bukan tentang siapa yang benar, tetapi tentang siapa yang tetap memilih untuk bertahan
Chapter 3 — Luka yang Menguatkan
Perjalanan panjang ini tidak selalu dipenuhi tawa. Ada air mata, ada kecewa, ada lelah yang sempat membuat langkah terasa berat.
Namun setiap jatuh tidak pernah benar-benar menjauhkan. Justru menjadi alasan untuk kembali pulang—ke tempat yang sama, ke hati yang sama.
Karena pada akhirnya, cinta yang bertahan adalah cinta yang telah melewati banyak hal, namun tetap memilih untuk tidak pergi.
Chapter 4 — Mimpi yang Diperjuangkan
Waktu membawa pada fase baru—bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang masa depan.
Dengan penuh tanggung jawab, langkah itu mengarah pada pengabdian sebagai anggota Polri. Di sisi lain, perjalanan lain ditempuh dengan ketekunan hingga terwujud menjadi seorang apoteker.
Dua jalan yang berbeda, namun beriringan dalam tujuan yang sama: menjadi pribadi yang lebih baik dan saling membanggakan.
Meski tak selalu berjalan berdampingan, langkah tetap searah—saling menguatkan dalam diam, saling mendoakan dalam jarak.
Chapter 5 — Waktu yang Membuktikan
Empat belas tahun bukan sekadar angka. Ia adalah saksi dari kesabaran, ketulusan, dan pilihan yang terus diperbarui setiap harinya.
Dari yang sederhana, hingga yang penuh makna. Dari yang ragu, hingga yang akhirnya yakin.
Bahwa semua yang telah dilalui bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari rencana yang indah.
Chapter 6 — Menuju Satu Janji
Hingga akhirnya, perjalanan ini membawa pada satu titik yang sama: kepastian.
Bukan lagi tentang “apakah”, tetapi tentang “kapan”. Bukan lagi tentang “jika”, tetapi tentang “selamanya”.
Sebuah langkah besar untuk mengikat cinta dalam janji suci, menjadikannya lebih dari sekadar rasa—melainkan ibadah yang penuh makna.
Chapter 7 — Selamanya Dimulai Hari Ini
Hari ini bukan akhir dari cerita, melainkan awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Dua perjalanan kini menjadi satu. Dua hati kini berjalan berdampingan, bukan lagi untuk sementara, tetapi untuk selamanya.
Karena cinta sejati bukan tentang menemukan yang sempurna, tetapi tentang tetap memilih orang yang sama—dalam setiap keadaan, di setiap waktu.
Dan hari ini, kami memilih… untuk selamanya.